Lindungi Masa Depan Generasi Bangsa, Pemkab Kupang Bersama Save the Children dan CIS Timor Revitalisasi Sekber SPAB

Berita27 Views

Harian NTT – Pemerintah Kabupaten Kupang memperkuat fondasi keselamatan dunia pendidikan dari ancaman bencana multidimensi melalui revitalisasi Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB). 

Langkah strategis lewat Program Generasi Ready (GenRe) ini diwujudkan dalam Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja di Aula Hotel Kristal Kupang, Kamis (3/9/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subu Taopan, menegaskan bahwa keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah merupakan prioritas mutlak pemerintah daerah.

“Indikator kebahagiaan sebuah rumah tangga berada pada anak. Jika anak sehat, bahagia, selamat, dan berhasil, itu merupakan wujud keberhasilan orang tua. Oleh karena itu, keselamatan mereka di sekolah melalui program SPAB ini menjadi sangat krusial,” ujar Guntur saat membuka kegiatan tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor Berbasis Regulasi

Revitalisasi Sekber SPAB ini digerakkan berkat kolaborasi erat antara Pemkab Kupang, Save the Children, dan CIS Timor. Program Manager GenRe Save the Children, Yosep Tapun, mengingatkan bahwa kerentanan wilayah terhadap bencana yang tidak terprediksi menuntut kesiapsiagaan kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.

Melalui target implementasi di sejumlah sekolah percontohan, Program GenRe dirancang agar institusi pendidikan tidak sekadar menjadi ruang belajar, melainkan pusat edukasi mitigasi bagi masyarakat sekitar. Model pengembangan ini diharapkan mampu direplikasi secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Kupang.

Kekuatan payung hukum turut menjadi pendorong utama kelancaran program. Project Manager GenRe CIS Timor sekaligus Ketua Sekber SPAB Kabupaten Kupang, Ida Adu, menyampaikan bahwa daerah ini telah memiliki Peraturan Bupati Kupang Nomor 22 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan SPAB. Regulasi tersebut mempertemukan berbagai OPD, lembaga perlindungan anak, hingga forum pengurangan risiko bencana untuk bersinergi.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Memastikan sekolah aman dari bencana adalah fondasi utama untuk menyelamatkan investasi di Kabupaten Kupang. Mari kita perkuat komitmen, tuntaskan implementasi Perbup SPAB ini, dan pastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Kupang yang kehilangan hak belajarnya akibat ketidaksiapan kita menghadapi bencana,” tegas Ida.

Lokakarya ini turut dihadiri oleh jajaran penting Pemkab Kupang, di antaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Kalak BPBD, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Sosial, serta perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan perumusan rencana kerja taktis guna memastikan efektivitas mitigasi bencana di sektor pendidikan berjalan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *