Sekda Kupang Pesan ke Mahasiswa KKN UNWIRA: Datang Sebagai Sahabat, Bukan Orang Paling Tahu!

Berita39 Views

Harian NTT – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Mateldius S.J. Sanam, menghadiri sekaligus melepas puluhan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dalam Launching Program Desa Binaan Tahun Akademik 2025/2026. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Santo Paulus, Gedung Rektorat UNWIRA, Jumat (10/07/2026).

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kupang, Sekda Mateldius memberikan pesan mendalam sekaligus apresiasi tinggi kepada UNWIRA yang terus berkomitmen nyata menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi lewat pengabdian masyarakat.

Pesan Sekda Kupang: Jaga Etika dan Hargai Kearifan Lokal

Di hadapan para civitas akademika dan mahasiswa, Sekda Mateldius mengingatkan bahwa kehadiran mahasiswa di desa memiliki nilai yang sangat strategis. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya sikap rendah hati selama membaur dengan masyarakat.

“Hadirlah bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai sahabat yang siap belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tegas Sekda Mateldius.

Ia juga meminta para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta menghormati budaya dan kearifan lokal yang hidup di desa setempat.

Selaras dengan “Delapan Asa Kabupaten Kupang”

Sekda Mateldius menjelaskan bahwa program Desa Binaan ini sangat sejalan dengan arah pembangunan Pemkab Kupang yang terangkum dalam Delapan Asa Kabupaten Kupang. Program strategis tersebut menitikberatkan pada:

  • Peningkatan kualitas pendidikan.
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  • Penanggulangan kemiskinan.
  • Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Guna menyukseskan misi ini, Sekda juga mengajak seluruh jajaran pemerintah desa untuk memberikan dukungan penuh kepada para mahasiswa agar tercipta kemitraan yang harmonis.

Misi Satu Bulan Penuh di Desa Nekmese

Menyambut harapan Sekda, Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kebijakan “Kampus Berdampak”, di mana keberhasilan universitas diukur dari perubahan positif yang dibawa ke tengah masyarakat.

Sebanyak 78 mahasiswa dari 11 program studi dan 6 fakultas akan diterjunkan selama satu bulan penuh (10 Juli – 10 Agustus 2026) di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi.

Dipaparkan oleh Kepala LPPM UNWIRA, Yanti Paula Bria, para mahasiswa yang dibagi ke dalam enam kelompok di lima dusun ini akan menggempur berbagai program prioritas, seperti:

  • Pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
  • Peningkatan literasi dan pelestarian budaya lokal.
  • Pengelolaan air bersih, pengembangan UMKM, dan peternakan.
  • Edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Untuk memaksimalkan dampaknya, program ini juga menggandeng sejumlah mitra strategis, mulai dari Solar Chapter Indonesia, Buku Bagi NTT, Media Cakrawala NTT, HIPMI Kota Kupang, AVA Farm, hingga Kepolisian Daerah (Polda) NTT.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Bapperida Provinsi NTT Dr. Deselina Kaleka, Camat Amarasi Selatan Arselinda Langkameng, Kepala Desa Nekmese, serta jajaran dosen dan wakil rektor UNWIRA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *