Harian NTT – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap menyongsong perubahan besar lewat aksi nyata ribuan mahasiswa. Bertempat di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) Batch II Tahun 2026 resmi diluncurkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamentisaintek), Fauzan.
Sebanyak 2.319 mahasiswa dari berbagai kampus siap diterjunkan ke seluruh penjuru NTT untuk menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat.
Melawan ‘Kemiskinan Mental’ di Garis Depan
Dalam sambutannya yang membakar semangat, Wamentisaintek Fauzan menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengentaskan kemiskinan bukan sekadar urusan materi, melainkan mentalitas.
“Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistik, ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama. Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat,” tegas Fauzan.
Ia berharap para mahasiswa mampu menularkan energi positif dan ilmu akademis mereka untuk membentuk mentalitas masyarakat yang tangguh dan bermental baja.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Target Nasional
Program KKN Tematik GENTASKIN ini bukan sekadar agenda kampus biasa, melainkan langkah konkret pengejawantahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi besar ini.
- Sasaran Utama: 100 desa prioritas di NTT.
- Fokus Program: Kontribusi nyata dalam penurunan angka stunting dan kemandirian ekonomi.
- Target Mahasiswa: Mengasah kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, dan problem solving di lapangan.
“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran,” ungkap Abdul Haris optimis.
Kabupaten Kupang Jadi Saksi Sejarah
Sebagai tuan rumah peluncuran, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, mengaku bangga dan bersyukur atas dipilihnya wilayah Kabupaten Kupang sebagai salah satu lokus utama KKN GENTASKIN Batch II. Menurutnya, momentum ini adalah ruang kolaborasi yang sempurna antara teori kampus dan realitas kehidupan desa.
“Mahasiswa hadir membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat menghadirkan pengalaman, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang tidak ditemukan di bangku kuliah. Di situlah kolaborasi yang sesungguhnya tumbuh,” ujar Aurum.
