Laga Panas di GOR Komitmen Segera Bergulir, 500 Kenshi Bertarung Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup V

Berita, Olahraga211 Views

KUPANG — Atmosfer GOR Komitmen Kabupaten Kupang mendadak riuh dan membara pada Kamis (1/10). Ratusan atlet kenshi dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berkumpul untuk saling berhadapan dalam ajang bergengsi Kejuaraan Open Turnamen Shorinji Kempo Bupati Cup V. 

Tak sekadar memperebutkan piala bergilir, kompetisi akbar ini menjadi kawah candradimuka untuk menjaring bibit-bibit unggul kenshi NTT menuju panggung nasional.

Ketua Perkemi Shorinji Kempo Kabupaten Kupang, Bobby Pakh, menegaskan bahwa antusiasme peserta pada gelaran kelima ini melonjak tajam. Kenaikan jumlah kenshi yang signifikan menjadi bukti hidupnya pembinaan olahraga bela diri asal Jepang ini di kawasan NTT.

“Jumlah peserta meningkat hampir sekitar 100 kenshi dibanding Bupati Cup IV tahun lalu. Tahun ini diikuti sekitar 500 kenshi yang berasal dari 18 dojo di 5 kabupaten/kota, yakni Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Timor Tengah Utara (TTU),” ungkap Bobby di lokasi acara.

Jalur Loncatan Menuju Event Nasional

Bagi Perkemi Kabupaten Kupang, turnamen ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Bobby menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah uji coba (tryout) sekaligus ajang seleksi ketat para kenshi muda dalam menghadapi berbagai agenda besar mendatang, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Kejuaraan Lazarus Laiskodat Memorial Cup.

Hebatnya lagi, pola pembinaan berjenjang ini terbukti ampuh menembus level nasional. Saat ini, beberapa kenshi jebolan turnamen lokal ini tengah berjuang dalam seleksi tingkat provinsi NTT, bahkan bersiap melakoni tes kejuaraan nasional di Badung, Bali.

“Sebentar lagi kami juga akan meninjau langsung proses seleksi di tingkat provinsi untuk melihat perkembangan para kenshi asal Kabupaten Kupang yang sedang berjuang,” tambah Bobby optimis.

74 Nomor Pertandingan dan Keselamatan Atlet Muda

Di panggung pertandingan, persaingan dipastikan berlangsung sengit. Ketua Panitia Kejuaraan, Simpai Stef Raga Lawa, memaparkan bahwa ajang ini mempertandingkan dua kategori utama: Embu (kerapian teknik) dan Randori (perkelahian bebas).

Nomor Embu terbagi atas Embu Solo, Embu Pasangan, dan Embu Beregu untuk kelompok usia A (SD, 8–12 tahun), B (13–15 tahun), dan C (16–25 tahun). Namun, demi mengutamakan keselamatan dan proteksi atlet usia dini, panitia memberlakukan aturan khusus pada kategori Randori.

“Kami tidak mengikutsertakan Kategori A di Randori untuk mengantisipasi risiko bahaya bagi anak-anak usia 8 sampai 12 tahun. Jadi Randori hanya untuk Kategori B dan C,” jelas Stef.

Secara total, sebanyak 74 nomor pertandingan diperebutkan dengan memperebutkan 347 keping medali (emas, perak, perunggu), piagam penghargaan, serta piala tetap dan piala bergilir bagi Juara Umum 1, 2, dan 3.

Perang Taktik Dojo: Bank NTT Oesao Incar Juara Umum

Di luar tugasnya sebagai panitia dan Sekretaris Umum Perkemi Kabupaten Kupang, Stef Raga Lawa yang juga mengarsiteki Dojo Bank NTT Oesao terang-terangan memasang target tinggi. Ia mengaku telah melatih anak-anak asuhnya secara intensif demi memboyong piala bergilir ke markas mereka.

“Sebagai pelatih, saya tentu bersikap realistis dan optimistis menginginkan dojo saya menjadi juara umum. Anak-anak sudah menjalani pemusatan latihan (TC) setiap hari dan kami menerjunkan atlet di seluruh nomor pertandingan,” tegas Stef dengan penuh keyakinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *