Harian NTT – Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Hotel Sasando, Kota Kupang, Rabu (29/7/2026). Dalam upacara penyerahan tersebut, Bupati Yosef menitipkan 45 anggota Paskibraka terpilih kepada Tim Pelatih dan Instruktur untuk digembleng menjadi Paskibra yang berkarakter, disiplin, dan siap menjalankan tugas pada Peringatan HUT ke-81 RI mendatang.
Prestasi Hasil Kerja Keras dan Seleksi Ketat
Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan rasa bangganya terhadap para peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat dan kompetitif. Menurutnya, keberhasilan yang diraih para siswa-siswi SMA/SMK sederajat ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kedisiplinan dan ketekunan.
“Terpilihnya kalian dari seleksi menunjukkan bahwa kalian memiliki kemampuan, karakter, serta memenuhi persyaratan untuk menjadi Paskibraka. Kepercayaan yang diberikan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Kabupaten Kupang,” tegas Yosef.
Ia mengimbau seluruh peserta untuk menanamkan jiwa kebersamaan dan solidaritas selama masa pelatihan, karena kekompakan tim merupakan kunci utama kesuksesan pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 nanti.
Pembentukan Mental dan Karakter Kepemimpinan
Tidak hanya melatih ketangguhan fisik, Diklat Paskibraka tahun ini dirancang untuk membentuk:
- Kematangan mental dan kedisiplinan tinggi.
- Integritas, etika, dan budi pekerti luhur.
- Rasa tanggung jawab serta jiwa kepemimpinan dan nasionalisme.
Kepada Tim Pelatih dan Instruktur, Bupati Kupang berpesan agar proses penggodokkan dilakukan secara profesional dan penuh rasa kekeluargaan.
“Saya menitipkan anak-anak kita ini untuk dibimbing, dilatih, dan dididik dengan tanggung jawab. Tetap tegas dan profesional sehingga melahirkan Paskibra yang siap menjalankan tugas negara dengan sempurna,” tutupnya.






