Harian NTT – Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, menegaskan bahwa investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak boleh ditunda hingga usia remaja atau perguruan tinggi, melainkan harus dimulai sejak usia dini melalui PAUD yang berkualitas dan berintergrasi gizi.
Hal tersebut disampaikan Mateldius saat membuka Pelatihan Integrasi Pendidikan dan Gizi serta Implementasi PAUD Berkualitas bagi Guru PAUD se-Kabupaten Kupang di Hotel Neo, Kota Kupang, Selasa (22/9). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang dengan UNICEF Indonesia perwakilan NTT.
“Pembangunan manusia harus dimulai sejak anak usia dini. PAUD berkualitas bukan hanya tentang gedung yang baik atau sarana yang lengkap, tetapi tentang bagaimana anak diperlakukan, dipenuhi gizi dan stimulasi tumbuh kembangnya, serta merasa aman dan bahagia,” ujar Mateldius.
Ia menambahkan, interaksi langsung antara pendidik dan anak merupakan penentu utama kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, para guru imbau untuk tidak sekadar mengajar, melainkan menjadi pendamping tumbuh kembang yang memahami karakter unik setiap anak.
Integrasi antara sektor pendidikan dan gizi juga dinilai strategis dalam mendukung agenda besar daerah, terutama percepatan penurunan angka stunting, penguatan kesehatan ibu dan anak, hingga pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kupang. Menurutnya, guru PAUD memegang peranan kunci dalam mengedukasi anak dan orang tua mengenai pola hidup sehat, kebersihan, dan pemenuhan nutrisi.
Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem PAUD melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, tata kelola, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif orang tua.
Acara pembukaan pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, serta Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT, Yudistira Yewangoe.






