KUPANG — Pemerintah Kabupaten Kupang bersama seluruh jajaran Forkopimda memimpin Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Aula Gereja Elim Naibonat, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur.
Deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh panitia dan seluruh Calon Kepala Desa (Cakades) ini digelar untuk memastikan pesta demokrasi di 32 desa yang dijadwalkan pada 11 November 2026mendatang berlangsung aman, jujur, kondusif, dan bermartabat.
Pemantauan Ketat TNI/Polri hingga Media Sosial
Dalam arahannya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa Pilkades adalah pesta rakyat yang harus dinikmati dengan penuh kegembiraan tanpa intimidasi atau permusuhan. Bupati memberikan peringatan keras kepada seluruh calon kades, tim sukses, dan pendukung untuk tidak melakukan praktik politik kotor (black campaign).
“Tidak boleh ada kampanye hitam! Kalau ada bukti kuat, kita batalkan pencalonannya secara langsung. Pemantauan ketat dilakukan bersama TNI dan Polri, baik di lapangan maupun di media sosial,” tegas Yosef Lede.
Tak hanya itu, Bupati juga menegaskan aturan ketat terkait potensi pemungutan suara ulang. Jika terjadi kegagalan akibat kelalaian atau pelanggaran hingga memicu pemilihan ulang, biaya pelaksanaannya wajib ditanggung oleh Camat dan para Calon Kepala Desa yang bersangkutan.
Boleh Beda Pilihan, Jangan Putus Tali Persaudaraan
Bupati Yosef mengingatkan bahwa kompetisi politik di tingkat desa jangan sampai merusak tatanan sosial dan kekeluargaan yang telah terbina lama di tengah masyarakat.
“Jangan jadikan kompetisi politik untuk membangun permusuhan apalagi memutus hubungan kekeluargaan. Ini pesta demokrasi, jangan dikotori oleh ambisi pribadi atau kelompok. Boleh berbeda pilihan, tapi jangan merusak persaudaraan,” ajaknya.
DPRD Ingatkan Komitmen, Polres Terjunkan 100+ Personel
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak-De Haan, menekankan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan janjinya para calon pemimpin desa untuk menjunjung tinggi etika demokrasi. Ia meminta agar ruang kampanye dimanfaatkan secara bijak tanpa berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian.
Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP Aditya Otorio Putra menyatakan kesiapan jajarannya mengawal jalannya pesta demokrasi desa ini. Lebih dari 100 personel kepolisian diturunkan ke lapangan untuk mengamankan seluruh tahapan.
Polres Kupang juga memberi perhatian ekstra pada titik-titik rawan, termasuk 2 desa yang menggelar Pilkades dengan calon tunggal (melawan kotak kosong) dari total 32 desa penyelenggara.






