Cegah Isu Memecah Belah, Tokoh Masyarakat dan Agama di Ende Gaungkan Imbauan Jaga Kamtibmas dan Waspada Hoaks

Berita19 Views

Harian NTT – Menghadapi potensi gesekan sosial akibat maraknya isu tak terverifikasi, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, turun tangan mengajak warga memperkuat barisan. Masyarakat diajak untuk mempererat tali persaudaraan, menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta membentengi diri dari serbuan berita bohong (hoaks).

Seruan penyejuk tersebut digaungkan langsung oleh Tokoh Masyarakat Desa Sokoria, Thomas Sao, serta Tokoh Agama sekaligus Tokoh Masyarakat Sokoria dan Sokoria Selatan, Ruben Rai, dalam sebuah tatap muka bernuansa kekeluargaan bersama warga Desa Sokoria dan Sokoria Selatan.

Perbedaan Pandangan Jangan Merusak Persaudaraan

Dalam pertemuan tersebut, Thomas Sao menegaskan bahwa dinamika perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, ia menggarisbawahi agar perbedaan pendapat tersebut tidak memicu perpecahan yang merusak fondasi kedamaian daerah.

“Demi menjaga kedamaian, persatuan, dan kenyamanan, mari kita bersama-sama menjaga hubungan baik antarwarga. Jangan biarkan perbedaan pandangan merusak ikatan kekeluargaan kita,” pangkas Thomas saat memberikan imbauan.

Tak hanya menyoroti aspek hubungan sosial, Thomas juga mengingatkan masyarakat untuk tetap merawat ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan demi menciptakan suasana pemukiman yang asri dan nyaman.

Bijak Bermedia Sosial, Saring Sebelum Sharing

Seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi, Thomas mengimbau warga agar lebih bijak dan cermat dalam menyerap arus informasi di media sosial. Menurutnya, informasi liar yang belum terverifikasi sangat rentan memicu keresahan umum hingga memecah belah persatuan di tingkat tapak.

“Jangan mudah percaya dan jangan menyebarkan berita atau isu yang belum jelas kebenarannya, baik secara langsung maupun di media sosial. Keamanan dan kedamaian wilayah kita adalah tanggung jawab kita bersama,” imbaunya seraya mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan generasi muda untuk saling bergandengan tangan.

Musyawarah dan Dialog Sebagai Solusi Utama

Senada dengan Thomas, Ruben Rai menyampaikan ajakan senada dengan menekankan pentingnya ruang dialog dan musyawarah dalam mengatasi setiap permasalahan.

“Kita ini bersaudara. Salah pendapat itu hal yang biasa. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan dengan cara damai, bukan dengan cara-cara yang tidak berkenan,” tegas Ruben.

Ia berpesan agar warga memiliki filter mandiri terhadap setiap isu yang beredar—memegang teguh informasi yang bersifat mempersatukan dan tegas menolak narasi destruktif yang provokatif.

Dengan sinergi yang kuat antara warga dan pemerintah desa, masyarakat Desa Sokoria dan Sokoria Selatan diharapkan dapat terus merawat iklim daerah yang kondusif, aman, dan harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *