Gandeng UNICEF, Pemkab Kupang Siapkan 44 Sekolah Jadi Pilot Project Makan Bergizi Gratis

Berita17 Views

KUPANG — Pemerintah Kabupaten Kupang bergerak cepat mematangkan kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, secara resmi membuka Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan MBG dan Edukasi Gizi di Satuan Pendidikan Kabupaten Kupang Tahun 2026 di Hotel Neo El Tari, Kupang, Selasa (20/10/2026) pagi.

Langkah strategis yang menggandeng UNICEF dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI ini digelar sebagai respons atas tingginya angka stunting di Kabupaten Kupang yang mencapai 39,5 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

MBG Bukan Cuma Bagi Makanan, Keamanan Pangan Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Sekda Mateldius Sanam menegaskan bahwa program prioritas ini tidak boleh dijalankan secara sembarangan. Keamanan pangan (food safety), kebersihan, dan standar sanitasi harus dipatuhi dengan ketat mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan ke siswa.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar membagikan makanan, tetapi bertujuan memenuhi gizi peserta didik, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan hidup sehat. Pengelolaan makanan harus mengikuti SOP ketat agar aman dan layak dikonsumsi,” tegas Mateldius.

Ia juga meminta para kepala sekolah dan guru untuk mengawasi ketat pembagian makanan, rutin memantau tumbuh kembang anak, serta memasukkan edukasi gizi seimbang ke dalam kegiatan belajar mengajar.

Sasar 44 Sekolah, Libatkan Bahan Pangan Lokal

Pelatihan intensif selama tiga hari ini menyasar para tenaga pendidik dari 25 PAUD dan 19 SD di Kabupaten Kupang.Para peserta dibekali materi seputar tata kelola MBG, higiene sanitasi, pelaporan digital, hingga metode pemantauan pertumbuhan anak.

Nutrition Officer UNICEF, Hai Ragalawa, menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada peran guru dalam membentuk pola makan sehat anak sejak dini.

“Pemberian makanan bergizi perlu disertai edukasi. Guru PAUD dan SD punya peran vital mengenalkan pentingnya gizi seimbang sekaligus memanfatkan bahan pangan lokal yang melimpah di sekitar tempat tinggal anak-anak,” ujar Hai Ragalawa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw, Fasilitator Nasional Kemendikdasmen RI, perwakilan Kanwil Kemenag NTT, BPMP Provinsi NTT,Tim Satgas MBG Kabupaten Kupang, serta puluhan kepala sekolah dan guru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *